CERITA INSPIRASI orang lain

September 13th, 2010

Dini Meditria Puspa Pratiwi

G44100082

Laskar 21 (Elang Gumilang)

Inpirasi ada dimana saja. Ya, meski terkadang sangat susah untuk mendapatkan inspirasi. Namun inspirasi juga kerap kali datang secara tidak terduga. Seperti kisah seorang kakek yang merupakan maestro lagu anak-anak, Alm. A. T. Mahmud yang lagu-lagunya mencapai 500 buah.

Di rumah pada waktu senggang, beliau mencoba mengarang lagu anak-anak sambil memetik gitar miliknya. Lagu anak-anak tentu berbeda dengan lagu untuk orang dewasa. Di mana bedanya? Pada pikiran, perasaan, dan perilaku anak itu sendiri. Ia pun mempelajari lagu anak-anak yang telah ada, seperti lagu-lagu Ibu Sud, Pak Dal, dan pencipta lagu anak-anak yang lain.

Tentu kita semua mengenal lagu Pelangi yang hampir semua anak Indonesia tahu bahkan hafal. Inspirasi lagu Pelangi hadir ketika ia mengantar anaknya, Rika, yang masih berusia lima tahun sekolah di TK. Di tengah perjalanan, Rika berteriak, “Pelangi!” sambil menunjuk ke arah langit. Ia mulai menyanyikan pelangi, mencari kata-kata yang tepat yang menjadi pikiran anak kecil, selanjutnya ketika tiba di rumah, ia iringi dengan gitar dan jadilah sebuah lagu.

Betul kan? Inspirasi ada di mana saja. Bukan hanya bisa kita dapat dari kehidupan seseorang, tapi juga dari lingkungan sekitar atau dari kejadian sehari-hari yang dianggap sepele, asal kita bisa sekreatif mungkin untuk merubah sesuatu yang dianggap sepele itu menjadi sebuah karya yang luar biasa, buah dari inspirasi yang tidak disengaja ^^

CERITA INSPIRASI diri sendiri

September 13th, 2010

Dini Meditria Puspa Pratiwi

G44100082

Laskar 21 (Elang Gumilang)

Tak pernah terbersit dalam benak saya bahwa saya akan terjun dalam dunia kesastraan. Saya memang hobi menulis sejak kecil. Namun kegiatan ini baru saya tekuni sejak saya duduk di bangku SMP. Dari iseng menjadi hobi. Dan begitulah hingga sekarang, meski semua karya saya cenderung hanya untuk konsumsi sendiri.

Saya selalu dapat inspirasi menulis dari sebuah buku kumpulan puisi : 100 Puisi Terbaik Indonesia, Anugerah Sastra Pena Kencana. Buku ini sendiri merupakan hadiah saat saya menjuarai perlombaan cipta puisi perdana saya. Buku ini sempat saya bawa kemana pun bahkan saat saya terlelap. Orang tua saya hanya geleng-geleng kepala melihat tigkah saya yang cenderung lebih sering membuka buku ini ketimbang buku pelajaran.

Namun bagaimana pun juga, buku inilah yang terus memotivasi saya untuk senantiasa berkarya. Saya belajar bahwa apa pun yang menempel dalam pikiran dapat dituangkan dalam bentuk puisi. Apa pun, ceritakanlah, tulislah.

Mungkin memang masih impian, tapi siapa tahu karya saya nanti yang akan menjadi salah satu dari 100 puisi terbaik Indonesia yang akan datang. Yah, semoga!

pelatihan TI

July 27th, 2010

di cyber student center